Warung Bebas

Tuesday, October 1, 2013

Pemerintah AS Untuk Sementara "Menutup" NASA

http://astronesia.blogspot.com/
Logo badan antariksa Amerika Serikat (NASA)

Astronesia-Dengan kegagalan Kongres menyetujui anggaran federal untuk tahun 2014 pada Senin malam, pemerintah AS memulai proses shutdown, yang mempengaruhi banyak yang bekerja di bidang sains.

Ini adalah penutupan pertama pemerintah federal sejak tahun 1996 yang diperkirakan akan mengarah pada cuti dari 800.000 karyawan federal di berbagai layanan dan departemen, termasuk program penelitian sains seperti eksplorasi ruang angkasa.

"NASA akan dimatikan hampir keseluruhan",kata Presiden Obama dalam sebuah pernyataan.Namun, ia mengatakan bahwa karyawan Mission Control di Houston akan tetap pada pekerjaan untuk mendukung astronot yang mengorbit bumi di stasiun luar angkasa.

 Pemerintah Amerika Serikat menutup layanannya mulai hari ini, Selasa, 1 Oktober 2013, sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Lalu, bagaimana keadaan ini akan berdampak terhadap NASA?

Pejabat lembaga antariksa Amerika menyatakan akan menghentikan sebagian besar operasional dan merumahkan sementara sebagian besar tenaga kerjanya. Sekitar 600 dari 18 ribu karyawan NASA akan dipertahankan untuk tetap bekerja selama penutupan layanan pemerintahan.

"Untuk menjamin keselamatan hidup manusia dan perlindungan hak milik NASA," pernyataan pejabat NASA dalam surat yang disampaikan ke Departemen Manajemen dan Anggaran, Selasa, 1 Oktober 2013.

Salah satu instalasi yang dipastikan tetap bekerja adalah Stasiun Antariksa Internasional (ISS). Pejabat NASA menjamin enam astronotnya yang bertugas di ISS tidak akan ditelantarkan di luar angkasa.

"Kami akan memantau dampak penghentian pelayanan terhadap transportasi awak dan isi ulang muatan ke ISS. Ini penting untuk mengurangi ancaman terhadap astronot dan properti yang ada di ISS," tulis pejabat NASA.

Untuk misi ilmiah yang belum dijalankan, NASA akan menghentikannya untuk sementara. Misalnya, misi peluncuran satelit. Namun untuk misi yang sudah dan sedang berjalan akan dipastikan tidak ikut terhenti.

Pemerintah Amerika Serikat memutuskan untuk tak buka kantor setelah anggota parlemen di DPR dan Senat tak menyetujui anggaran belanja negara. Kedua pihak bertengkar dan saling menyalahkan selama lebih dari seminggu akibat Obamacare, model jaminan kesehatan yang ditawarkan pemerintah Barack Obama. Kubu Republik bersikeras anggaran belanja termasuk amandemen anti-Obamacare, hal yang tak disetujui kubu Demokrat di Senat.

Masalah fiskal lain masih akan membayangi negeri itu. Menteri Keuangan Jack Lew mengatakan bahwa jika plafon utang tidak dinaikkan pada 17 Oktober mendatang, pemerintah federal kemungkinan akan menghapus seluruh catatan utang untuk pertama kalinya dalam sejarah Amerika Serikat.

Ledakan Bola Api Sebabkan Mati Lampu Besar-Besaran Di Yucatan

http://astronesia.blogspot.com/
Puing-puing ledakan

Astronesia-Sebuah bola api baru-baru ini terlihat di Semenanjung Yucatan, rumah bangsa Maya, dan bertanggung jawab atas pemadaman listrik besar-besaran.


Objek terlihat melesat disertai suara gemuruh dan berikut videonya :







NASA Menemukan Material Plastik Di Titan

http://astronesia.blogspot.com/
Titan Bulan Saturnus

Astronesia-Gara-gara modem habis kuotanya jadi update infonya tertunda sob... hehehe. ok langsung saja

Ilmuwan kabarnya menemukan material plastik di luar angkasa, tepatnya di sekitar bulan Titan milik Saturnus. Merupakan 'propylene', material ini dianggap aneh karena bahan kimia ini umumnya digunakan di Bumi untuk membuat produk plastik atau Tupperware.

Propylene mengambang di atmosfer Titan yang berwarna orange. Titan seperti diketahui merupakan bulan es yang memiliki ukuran lebih besar dari Merkurius.

Suhu Titan diperkirakan mencapai minus 228 derajat Fahrenheit. Ilmuwan mengatakan, Titan merupakan satu-satunya bulan di tata surya yang memiliki awan dan memiliki cuaca seperti di Bumi. Hanya saja, saat hujan, yang jatuh ialah kandungan metana cair.

Bulan milik planet bercincin ini juga kabarnya memiliki danau dan sungai. Meskipun demikian, sungai tersebut bukanlah air, melainkan metana dan etena cair.

"Metana mengambil peran yang sama seperti air di Titan. Ini menguap di permukaan dan kemudian jatuh sebagai hujan," ungkap NASA's Goddard Space Flight Center, seperti dikutip Latimes, Selasa (1/10/2013).

Penemuan propylene di atmosfer berkabut ini dianggap sebagai sesuatu yang luar biasa. Rupanya, peneliti telah lama menanti akan kehadiran material tersebut di atmosfer Titan sejak 1980 melalui pantauan pesawat luar angkasa Voyager 1.

Propylene adalah gas karbon seperti propana dan propyne. Lebih dari 30 tahun yang lalu, instrumen Voyager mendeteksi adanya kandungan propana dan propyne di atmosfer Titan, tetapi ilmuwan belum menemukan propylene.



Untuk menemukan gas ini, Nixon menggunakan data yang dikumpulkan oleh pesawat ruang angkasa Cassini Composite Infrared Spectrometer. Instrumen tersebut berada di bagian tubuh Cassini, yang digunakan untuk mengukur tanda spektrum panas yang datang dari planet dan benda lainnya di tata surya.

 

Astronomi Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger